Materi Kuliah Umum (Terjemah Al-Quran)
Assalammualikum Wr.Wb salam sejahtera untuk kita semua semoga selalu dalam lindungan Allah swt. Senin, 12 November 2018 , bertepatan dengan jadwal mata kuliah Studi Al-Qur’an yang diampu oleh Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag dan Ibu Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I serta Ibu Baiti Rahmawati, S.Sos selaku asisten Dosen, kami dari kelas E4 Ilmu Komunikasi mendapat kesempatan kedua mengikuti kuliah umum setelah Tilawati kemarin, hari ini ganti dengan materi “Terjemah Al-Qur’an”. Pematerinya langsung dari Tim Penerjemah Al-Qur’an surabaya. Yakni Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al-Qur’an atau biasanya disingkat dengan LPPIQ.
“Al-Qur’an adalah firman Allah yang berbentuk mukjizat terhebat yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW, sebagai dasar, sumber nilai yang paling utama,sebagai hidayah untuk membimbing umat manusia demi mencapai kesuksesan dan ketentraman dalam hidupnya. Ia juga sebagai Al-Furqon antara yang haq dan yang bathil dan penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya. Al-Qur’an juga berfungsi sebagai As-Syifa’ dari segala penyakit.
Banyak orang yang pandai membaca Al-Qur’an, banyak yang menghafal Al-Qur’an, jadi mereka hanya hafal hanya untuk aspek spiritualnya saja yakni apabila menghafal dan membacanya mendapat pahala dari Allah swt.,sedangkan mereka tidak tahu isi, kandungan dan makna dalam ayat-ayat yang selama ini mereka baca dan meraka hafalkan. Padahal, informasi yang terkandung di dalamnya, yang merupakan aspek terpenting yang dibutuhkan dalam menata dan membibing kehidupan malah dilupakan.
Solusi dari problem ke-ummatan di atas, Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu al Qur’an (LPPIQ) lahir, tepatnya pada tahun 1993. LPPIQ bukan hanya umtuk kalangan pesantren saja tetapi untuk masyarakat juga yang berminat mengkaji Al-Qur’an. Program utama yang direalisasikan sebagai langkah awal untuk mendekatkan masyarakat kepada al Qur’an adalah program “Terjemah Al-Qur’an”. Lembaga ini ada pada tahun 1993, di pelopori oleh Prof. KH. Roem Rowi, M.A dengan tujuan agar masyarakat bisa mempelajari Alqur’an dengan mudah beserta dengan terjemahannya pula. LPPIQ dapat dijumpai di Rumah Al - Qur'an LPPIQ Karah Tama Asri I No.30, Karah, Jambangan, Kota Surabaya, Jawa Timur 60232. Lokasinya tidak jauh dengan lembaga tilawati.
Dalam mempelajari Al-Qur’an bukanlah orang pintar yang dibutuhkan disini, tetapi orang yang memiliki kemauan, orang yang benar-benar niat lillahita’ala untuk belajar Al-Qur’an. Mengapa? Karena Allah sudah menjamin mudah kepada siapapun yang mau mempelajari Al-Qur’an.
Dalam pembelajaran terjemah al-qur’an kemarin, beliau memberikan kunci bagaimana caranya agar cepat memahami dan hafal terjemahan Al-Qur’an yaitu siapapun yang ingin lancar membaca Al-Qur’an lancarkan dulu surat Al-Baqarah, begitu pula siapapun yang ingin bisa menerjemahkan Al-Qur’an berlatih dulu menerjemah surat Al-Baqarah. Jadi, apabila kita sudah bisa lancar dan bisa menerjemahkan surat Al-Baqarah, maka mempermudah kita dalam menerjemahkan surat-surat Al-Qur’an yang lainnya. Karena di dalam surat Al-Baqarah jus-1 tersebut ada 3.680 kata dan 2.520 kosa kata yang di ulang-ulang. Mengapa banyak kalimat yang diulang-ulang dalam al-qur’an? Seperti pada surat Al-Qomar ayat 17, 22, 32 dan 40. Ayat tersebut diulang 4 kali karena Allah ingin meyakinkan apapun itu dibutuhkan peringatan berkali-kali.Karena meyakinkan sesuatu itu perlu waktu tidak bisa instan dan perlu proses.
Dijelaskan pula dalam salah satu artikel di http://www.terapishalatbahagia.net .Artikel ini berjudul “Tiada Gerah Berthausiyah” karangan dari dosen pengampu saya sendiri dan juga merupakan salah satu Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya yakni Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag , beliau menuliskan ulasan sebagai berikut:
"Jika dalam surat Ar Rahman Allah sebagai Pencipta (al Khaliq) mengingatkan manusia (al makhluq) untuk beriman dan bersyukur kepada-Nya sebanyak 31 kali, dan itupun manusia tidak berubah, maka Anda tidak cukup mengingatkan sesama makhluk hanya tiga kali, sebagaimana ukuran maksimal yang sering Anda gunakan. Sepuluh kali lipat dari 31 kali pun belum cukup bagi Anda untuk menasehati mereka. Jika Anda tiba-tiba bosan menasehati orang karena telah lebih dari 3 kali nasehat, berarti Anda bermaksud menyaingi Allah dalam mengingatkan manusia. Jika Allah mengisi surat Ar Rahman dengan hampir lima puluh persen ayat yang diulang, maka bisa saja kita ambil pelajaran bahwa dibutuhkan separuh usia Anda untuk proses penyadaran keimanan. Jangan sekali-kali bosan memberi taushiyah sekalipun yang mendengar telah gerah. Jangan henti menasehati sekalipun yang menerima berberat hati. Perubahan perilaku seseorang perlu waktu. Tidakkah Allah SWT sendiri mengajari Anda kesabaran menjalani proses dalam segala hal ketika Allah menjelaskan penciptaan alam semesta selama enam hari, bukan dengan sekejap mata, meskipun Allah Maha Kuasa dengan Kun Fayakun. Bersabarlah menuggu proses perubahan orang, apalagi jika Anda menyadari bahwa suara Anda tidak memiliki resonansi dan wibawa di depan mereka karena akhlak Anda sendiri. Sekali lagi, jangan sekali-kali bosan dan gerah bertaushiyah. Allah SWT berfirman, ”Dan tetaplah memberi peringatan, karena sungguh peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman.” (QS. Adz Dzariyat [51]:55)."
Jadi dapat saya simpulkan, bahwa jangan pernah bosan untuk mempelajari Al-Qur’an, karena semakin kamu mempelajarinya bukan semakin habis ilmunya tapi akan semakin mengangah hal-hal yang belum kamu ketahui dalam Al-Qur’an tersebut. Bnayak hal-hal yang indah yang Allah tuliskan dalam Al-Qur’an tersebutb apabila kamu paham terjemahannya. Dan jangn pernah bosan mengingatkan seseorang dalam kebaikan, karena Allah telah menjajikan pahala yang sangat besar bagi orang yang mau saling ingat-mengingatkan dalam hal kebaikan. Semoga artikel ini bermanfaat. Sekian dan terimakasih.
Komentar
Posting Komentar